Minggu, 13 Maret 2011

Tangisan Hati yang Remuk

Apa yang terjadi padaku kini???
Ini tak biasanya terjadi kan!!?
Tapi, kenapa ini harus terjadi!!?
Mengapa hatiku tak mati saja untuk dia dan gadis-gadis yang lainnya!!?

Ketidakberdayaan ini melumpuhkan sebagian jiwa dan hidupku
Di satu sisi aku selalu ingin ada di sampingmu sambil melukis keindahan senyuman di bibirmu
Dan di satu sisi lainnya aku tak ingin menyusahkanmu dengan keegoisanku
Nah, setelah itu apa yang terjadi???
Aku sendiri tak mengerti apa yang harus aku lakukan lagi
Apa selalu ngotot untuk memenangkan hatimu?
Atau aku harus menempuh hidupku sendiri tanpa kehadiranmu di sini???

Semua kehidupan ini harus aku tempuh juga akhirnya
Tapi, aku sendiri tak sanggup untuk menjalaninya sendiri tanpa tulang punggung itu, tempat dimana aku bersandar ketika kelelahan melanda
Segala kemungkinan dapat saja terjadi
Kemungkinan kegagalan dalam menempuh kehidupan
Atau kemungkinan aku bakal menang dalam pertarungan cintanya

Mengapa juga aku tak dapat lagi mensinergikan antara logika dan hati ini?
Apa keduanya kini telah saling membelakangi diriku?
Setiap melihat dan merasakan kehadirannya, aku tak bisa pungkiri betapa berarti dirinya untukku hidup
Dan setiap kali dia tak ada di hadapanku, aku sendiri seperti seorang yang tak pantas untuk mendapatkan hatinya
Aku terus saja lari seperti anjing yang ketakutan untuk menanam bibit cintanya lagi di hati ini

Kehilanganmu, seperti memusnahkan kehidupanku sendiri
Melepaskanmu, ibarat menutup rapat kembali cinta yang ada

Mengapa seperti ini???
Mengapa hanya sekejap mencintaimu
Dan seumur hidupku untuk melupakanmu
Mengapa juga dalam semenit menyayangimu
Dan berpuluh ribu juta masa untukku tersiksa tanpamu

Hiasan-hiasan malamku tak pernah lagi kau hiasi dengan senyuman
Lukisan-lukisan wajahmu tak akan lagi ada di hari-hariku
Album memori yang dulu kita ukir,
Kini hanya bisa terkubur di jurang hati tanpa ada yang akan menyelamatkannya
Terbuang… dan akan terus terbuang seperti sampah-sampah yang berserakan

Permainan Cinta Semu

Semua kesenangan dunia telah di rampas oleh cinta,
Cinta seorang wanita
Yang memperdaya tidak hanya hati seorang petarung logika
Tapi juga seorang petarung cinta sekalipun

Apa ini???
Dan mengapa ini terjadi???
Terjadi di saat petarung ingin menyelesaikan pertarungannya!!!!
Begitu banyak musuh yang ingin dia hadang sendiri

Di saat dirinya ingin mengalahkan
Di saat itu juga dia di tinggal pergi oleh orang yang di cintainya
Bukan hanya Samson saja yang di tipu oleh Delila
Tapi juga dirinya… diriku… dan juga diri para Adam yang tertipu oleh kelembutan kaum Hawa

Mengapa semua mata di ciptakan untuk melihat kemolekan paras dan ayunya???
Mengapa tidak ketika kebenaran hati datang saja yang ia lihat???
Atau ketika kekuatan cinta pada dirinya yang terlihat???
Aku tak pernah bisa lagi mengerti akan kemunafikan mata yang bodoh ini!!?

Begitu banyak pertanyaan yang selalu bergelut di hatiku
Dan begitu banyak juga jawaban-jawaban naif berkecamuk di hati ini!!?
Sehingga jawaban-jawaban itu tak lagi ada keterkaitannya

Kegilaan apa juga ini???
Kenapa aku seperti caleg-caleg yang haus kekuasaan???
Yang ketika kalah dalam pencontrengan asmaranya
Jadi tak rasional lagi dalam berpikir

Tak ada lagi sekarang kefokusanku dalam berpikir menurut logikaku sendiri
Semua telah musnah…
Musnah di telan gelombang senyumannya

Tapi pernah terbersit di pikiranku,
Apakah dia juga kehilanganku setelah aku memutuskan untuk mematikan hati ini terhadap dirinya dan orang lain??
Sengaja aku lakukan semua ini karena aku mencintainya melebihi ketulusanku mencintai diriku sendiri
Semua yang kulalui bersamanya, telah ku abadi kan dalam kenangan hati
Walaupun kebersamaan itu hanya beberapa kejap saja
Namun itu telah lebih dari cukup untukku bertahan hidup di dunia yang penuh dengan cinta-cinta yang hampa

Kehampaan yang begitu terasa di relung-relung kehidupanku
Kini jadi spirit kesuksesan bagiku untuk menunjukkan betapa tegarnya hari-hari yang ku lalui tanpa wanita itu di sampingku
Tak bisa juga ku dustai,
Betapa berartinya dirimu di kehidupanku
Sekarang… saat ini… dan sampai kapanpun…
Tapi, kenapa kau pergi meninggalkan aku yang gelap di dalam lorong cintamu???
Tak ada pelita yang terselipkan di hati ini ketika redupnya
Tak ada juga air yang tersirami di saat cintaku gersang
Dulu pernah,,,
Tapi sekarang kau renggut kembali

Kenapa antara logika dan cinta tak pernah bersatu???
Logika selalu saja di kalahkan dan di persalahkan ketika ia mulai berperang!!?
Cinta selalu tertawa ketika logika tercabik-cabik
Betapa bodoh orang yang mendewakan logika
Karena kebenaran selalu berpihak kepada orang yang mentuhankan cinta
Tapi, kini apa ada cinta yang suci itu???
Ketika logika berbicara, maka ia akan berkata :
“tak ada cinta yang suci, karena kesuciannya kini telah di permainkan para penikmatnya, bukankah kesuciannya datang dari hati yang terdalam tapi, kenapa
ketika kesucian itu datang tulus dari hati seseorang tidak memahami kehadirannya!!? Dan kenapa malah memuntahkannya lagi!!?”

Tak bisa ku memahami ketika dia tak pernah memberi pemahaman padaku
Tak pernah kumengerti di saat dia tak pernah memberi pengertian padaku
Aku seperti orang buta yang mencari-cari dimana kebenaran cintanya
Kebenaran cintanya yang tak pernah dia ungkapkan
Kepahaman yang dia beri selama ini, aku rasa kurang dari nalarku
Begitu sedikit, sehingga masih awam untukku mengerti kondisinya

Ah… sudahlah tak ada gunanya untukku terus seperti ini
Toh, kehidupanku juga terus berjalan dan akan aku jalani
Dengan ataupun tanpa dirinya…
Kembali ke habitat dan menjalani kehidupan semestinya adalah satu-satunya tujuanku untuk saat ini
Dan aku anggap saja ini merupakan suatu konsekuensi menjalani hidup di dunia yang penuh teka-teki manusia yang tak mengerti apa itu permainan hidup???

Tak selamanya kita mengerti dengan perjalanan cinta
Tak selamanya juga kita tahu dengan permainan cinta
Kita tak bisa menebak keaslian cinta wanita
Dan kita juga tak bisa melogikakan cinta yang tak pernah mempunyai logika
Ada betulnya juga kata sebagian besar pemain cinta
Bahwa :
“cinta tak mesti memiliki” dan “cinta itu hanya memberi dan tak harap untuk kembali”
Bagaikan hidup, yang harus memberi sebanyak-banyaknya dan bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya
Karena setiap orang boleh saja sama dalam segala hal tapi bukan untuk urusan cinta.

Jangan Kirimi Aku Bunga

Aku mendapat bunga hari ini.
Meski hari ini bukan hari istimewa dan bukan hari ulang tahunku.
Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar.
Dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena hari ini ia mengirimi aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulang tahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku.
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini.
Padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukul aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam, karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa...
inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya, aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini...

22122009

Kesenangan dan kebahagiaaan yang kau berikan tak mampu membuatku untuk melupakanmu dalam sekejap...
Aku tak mengerti entah kenapa aku seperti ini...
Kenapa aku tak bisa untuk melupakanmu???
Mengapa semua ini begitu cepat pergi???
Di saat aku butuh waktu lama mendapatkanmu...

Semuanya datang dengan perjuangan dan hilang dengan tak mempunyai arti apa-apa...
Kenapa aku harus mengalami hal seperti ini???
Di saat semuanya butuh proses untuk perubahan, di saat itu juga aku belum mendapatkan proses itu...
Kebodohan apa yang telah aku perbuat???
Apakah ini semua mutlak kesalahanku???

Oh, seribu burung kertas...
Apakah kau tak mengabarkan pesanku pada dia???
Katakan padanya bahwa aku salah dalam berbuat...
Bahwa aku salah dalam berpikir...
Dan bahwa aku salah untuk menyia-nyiakannya...
Semuanya terasa hampa di saat dia tak di sampingku...
Apakah aku kehilangan dia atau aku hanya takut dia tak lagi untukku???

Oh hati yang suci...
Tak ada lagi kesucian selain hati...
Aku ingin pesan manis darimu...
Katakanlah padaku, apakah dia yang terbaik di jalanku???
Katakan juga padaku, apakah dia yang selama ini aku tunggu???
Bisikan juga padaku, apa benar dia juga mencintaiku seperti aku mencintainya???
Bisikan juga padaku, apa benar dia juga kehilangan seperti aku kehilangan dia???
Aku tak tahu lagi apa yang mesti di perbuat...

Andaikan kau tahu bahwa kaulah kebahagiaan dalam hidupku, mungkin tidak begini jadinya...
Andaikan saja kau tahu bahwa membahagiakanmu adalah kebahagiaan terindah dalam hidupku, mungkin tak akan begini juga akhirnya...
Tapi, sayangnya kau tak mengetahui itu semua...
Kau tak mamahami juga apa yang kurasakan saat ini...




Semua ku sadari setelah terjadi karena itulah penyesalan...
Selalu saja datang di akhir...
Tapi, aku yakin itu semua belum berakhir…
Aku percaya ini adalah awal dari sebuah cinta tulus dan ikhlas...
Karena kesucian cintaku akan teruji dan kesabarannyapun akan di ukur oleh sang waktu...

Bagaimana aku bisa menjalani semua???
Di saat aku butuh semangat dari dia...
Bagaimana aku bisa tegar manghadapi hidup???
Di saat aku mau dia tempat bersandarku...

Aku merasa sendiri di tengah dunia yang penuh sesak ini...
Aku sendiri di keramaian...
Aku bagai raga tak bernyawa...
Karena kau tak pernah mengahampiri lagi ruang hidupku...

Ketakutanku hanya satu, kehilanganmu...
Kecemasanku hanya satu, melupakanmu...
Karena aku tak mampu melakukan itu semua....
Aku tak berdaya, karena aku lemah terhadapmu...
Karena aku kalah di hadapanmu...
Aku yang dulu kuat, mengapa sekarang berubah menjadi ini???

Perjalanan hidup ini tak bisa lagi ku arahkan kemana...
Kehidupan ini tak sanggup lagi kutapaki kemana...
Samudera hatiku tak mampu lagi ku arungi...
Sampai hidupku sendiri tak sanggup untuk ku lihat...

Aku tak sanggup...
Aku tak bisa....
Aku tak sanggup...
Aku tak bisa....
Menjalani hidupku...
Mengarungi kehidupan...
Mengikuti langkahku...
Menapaki jejak...
Ah....
Tampaknya tak bisa lagi...
Tampaknya tak sanggup lagi...